Assalamualaikum...
Terimakasih yang sudah membuka blog ini, semoga bermanfaat, wah pasti udah penasaran ya, di blog kali ini aku bahas apa. Oke, kali ini aku mau kasih kalian tips jalan sukses, terarah, dengan merubah kebiasaan terkecil secara bertahap, nah ini bukan katanya, tapi sudah terbukti kebiasaan ini mampu merubah manusia, waaah change of world dong ya hehe. Udah gk perlu panjang lebar, langsung aja kita bedah buku yg di tulis oleh Stephen R Coveu yaitu The  7 Habits Of Highty Effective People atau Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif pertama kali diterbitkan pada tahun 1989.







Kebiasaan adalah aktivitas yang dikerjakan tanpa perlu berpikir dulu dan 7 kebiasaan yang paling efektif menurut Covey yaitu :

1) Be proactive,jadilah proaktif yang menjadi kendali seseorang terhadap lingkungan dibanding situasi sekelilingmu yang mengendalikanmu. Hal ini sangat berhubungan dengan kepribadianmu.

Proaktif itu adalah suatu sikap untuk bertanggung jawab atas kehidupan sendiri. Hidup yang kita jalani berasal dari berbagai macam bentuk keputusan yang kita buat dan kita sebagai manusia juga punya tanggung jawab dan berbagai inisiatif untuk membuat segalanya terjadi. (Stephen R.Covey:1997)

Sebagai contohnya seorang perawat, kita harus bertanggung jawab atas tugas yang telah diamanatkan. Bukan hanya tugas kerja, tapi sejauh mana kita bertanggung jawab dan memberi manfaat untuk orang di sekeliling kita.
2) Begin with the end in mind
mulai dengan akhir dipikiran atau disebut kepemimpinan pribadi. Dengan ini kamu dapat konsentrasi dan mempertimbangkan segala konsekwensinya sebelum bertindak, sehingga dapat produktif dan berhasil.  Seperti jika kita akan melakukan tindakan kepada seseorang, kita harus memikirkan dulu apakah tindakan yang akan kita lakukan itu benar atau salah, apakah tindakan yang akan kita lakukan nanti itu ada konsekwensinya atau tidak, dan apakah tindakan yang kan kita lakukan itu berhasil apa tidak, supaya kita juga nantinya tidak salah melakukan tindakan jika sudah berfikir terlebih dahulu. Seperti kata pepatah berfikir sebelum bertindak.

Contohnya sebagai seorang perawat yaitu ketika akan melakukan implementasi kita perlu merumuskan intervensi.
 3) Put first things first, dahulukan Yang Utama atau manajemen pribadi untuk mengimplementasikan.

Seperti memilih kegiatan yang lebih penting dibanding kegiatan kecil yang hanya akan menghabiskan waktu saja.

 Contoh sebagai seorang perawat yaitu, kita harus mengutamakan keselamatan dan nyawa pasien di samping kepentingan pribadi.

Intinya gunakanlah waktu sebaik mungkin dan pakailah waktu untuk kegiatan yang bermanfaat karena dapat berdayaguna untuk pengembangan diri.


 4) Think win-win, berpikir menang-menang atau kepemimpinan antar pribadi. Karena sasaran bergantung kepada hubungan dan kerjasama dengan lainnya, maka semua perlu bagian yang adil dan menguntungkan.

Seperti dalam kehidupan sehari hari kita pasti tidak pernah lepas dari yang namanya persaingan, disitu pula kita harus selalu berfikir kita harus menang – menang untuk bisa mengalahkan pribadi-pribadi yang lainnya, tapi harus dengan cara yang supportif. Dengan cara berfikir menang-menang jadi kita termotivasi untuk menjadi seorang pemenang dalam setiap persaingan, dan tidak merasa pesimis.
contoh sebagai seorang perawat yaitu, yakin akan kemampuan pribadi, dan bertujuan tindakan yang dilakukan akan membuahkan hasil terbaik.

Karena kebiasaan ini adalah salah satu dasar dari segala hubungan dan kunci dari kesuksesan.


 5) Seek first to understand and then to be understood, Berusaha mengerti dulu, baru minta dimengerti. Komunikasi adalah bagian penting, dan seperti analogi “diagnosis dulu sebelum memberikan resep”.

Seperti  jika kita ingin dimengerti orang lain kita harus berusaha mengerti dulu orang lain barulah kita akan dimengerti oleh orang lain, jangan kita ingin minta dimengerti tapi kita sendiri tidak pernah mengerti orang lain. Seperti analogi diatas sebelum kita membuat resep untuk pasien kita harus bisa menentukan diagnosa penyakit pasien barulah disitu kita bisa memberikan resep untuk pasien.

Contoh sebagai seorang perawat adalah ketika pasien merasa sendiri karena tertekan dengan masalahnya, kita harus mengerti apa yang dibutuhkan pasien, dengan itu pasien pun akan mudah mengerti apa tujuan kita kepada dia.
Seperti kata orang “ Jangan menunggu orang mengerti kita dulu, sebaiknya kita yang memulai mengerti orang itu”.


6) Synergize, wujudkan sinergi/ kerjasama yang kreatif. Kekuatan kerjasama lebih besar dari upaya per bagiannya, jadi galilah potensi dan kebaikan konstribusi orang lain.

Contohnya sebagai seorang perawat yaitu perlu adanya kolaborasi dengan dokter dan tim kesehatan lain, agar di dapat rencana yang matang dan ending yg tepat.

Kita pun bisa menggali potensi dari setiap individu dalam bidangnya msing-masing. Dan jika kita bekerjasama tujuan yang akan dicapai akan lebih mudah didapatkan dibanding jika kita tidak bekerjasama, dan dengan kerjasama dari paradigma yang berbeda akan mewujudkan hasil lebih besar dan efektif juga akan mencapai tujuan yang sama dari hasil kesepakatan.


 7) Sharpen the saw, asahlah “Gergaji” keseimbangan pembaharuan diri, sehingga kebiasaan baik lainnya bisa tumbuh dan berkembang. Contohnya kita harus bisa memperbaharui diri seperti dalam bentuk spritual, mental, sosial dll.

Salah satu contoh yang pernah saya lakukan dalam bentuk spiritual sebelumnya saya jarang sekali pergi mengaji, dan sekarang saya sudah suka pergi mengaji setiap hari. Ini merupakan satu contoh dalam kehiduapn saya untuk memperaharui diri.

Atau dalam bentuk mental, sebelumnya saya tidak suka berbicara didepan umum karena jika berbicara didepan umum rasanya seperti panas dingin karena merasa malu, dan saya dijarkan oleh guru saya jika sedang berada di depan untuk berbicara anggaplah penonton itu hanya sebuah pajangan, mungkin dengan cara itu sedikit mengurangi rasa malu saya ketika berada didepan,  dan sekarang saya sudah mencoba untuk membisakan berbicara didepan umum, sedikit demi sedikit mencoba  karena akan menjadi kebiasaan untuk saya dan  saya tidak akan merasa panas dingin dan malu lagi karena sudah terbiasa. Ini juga merupakan salah satu kemajuan yang ada pada diri saya dalam memperbaharui diri.


Nah, itu di atas adalah salah satu dan point terbesar dalam mengubah dan merencanakan untuk memiliki kebiasaan effektif. Oke, aku bacain kesimpulan nya ya.
Kebiasaan menjadi protektif, mulai denga akhir di fikiran, dan dahulukan yang utama adalah sesuatu yang berhubungan dengan diri pribadi atau ke dalam. Kebiasaan ini wujud kemenangan pribadi yang diperlukan untuk berkembangnya karakter pribadi.

Kebiasaan berfikir menang, kebiasaan mengerti dulu baru dimengerti, dan wujudkan sinergi atau kerjasama adalah wujud kemenangan publik; kebiasaan ini juga berupa kerjasama dan komunikasi yang baik. Dan Kebiasaan Asahlah “Gergaji” adalah pembaharuan diri dalam bentuk: spiritual, mental, fisik dan sosial/emosional, yang semuanya memerlukan perawatan dan pertumbuhan.

Nah cukup disini artikel yg aku tulis, jika ada yang di tanyakan boleh tulis di kolom komentar. Jazakallahu Khairan katsiran
Assalamualaikum.

The 7 Habits of Higty Effective People

Posted by : Yurisma Khoerul 0 Comments
NAMA : YURIS KHOERUL
KELAS: 1A
PRODI: S1 KEPERAWATAN

HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK  DENGAN KEJADIAN
TUBERKULOSIS  PARU



Seperti yang kita lihat sekarang ini, rokok sudah bukan menjadi benda asing lagi di khalayak ramai tapi oleh sebagian orang sudah menjadikan benda ini sebagai kebutuhan pokoknya. Wah… padahal kita mengetahui bahaya dari rokok itu sendiri. Dengan label yang terpampang sangat jelas di kemasannya pun sudah tidak dihiraukan karena salah satu bahan dari rokok tersebut yang membuat pemakainya memiliki sifat candu.
            Sebelum kita bahas lebih lanjut mengenai apa sih kerugian dan penyakit yang disebabkan karena konsumsi rokok salah satunya Tuberculosis, mari kita bahas pengertian rokok itu sendiri.
A.    Kebiasaan Merokok
Merokok merupakan salah satu perilaku atau gaya hidup yang berpengaruh pada kesehatan manusia. Merokok dapat menyebabkan suatu ketergantungan, kemudian dapat juga menyebabkan kelainan fungsi paru obstruktif, pnemonia, influenza dan penyakit infeksi pernapasan akut (Eisner, 2008) dalam (Dismo Katiandagh, dkk. 2018).
Kebiasaan merokok akan merusak mekanisme pertahanan paru yang di sebut muccociliary clearance. Bulu – bulu getar dan bahan lain di paru tidak mudah membuang infeksi yang sudah masuk karena buluh getar dan  alat lain di paru rusak akibat kebiasaan merokok. Selain itu, kebiasaan asap rokok meningkatkan tahanan jalan napas dan menyebabkan mudah bocornya pembuluh darah di paru, juga akan merusak makrofag yang merupakan sel yang dapat memfagositosis bacteri pathogen (Sitepoe, 2000) dalam (Pendrita Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).
Faktor yang mempengaruhi perilaku merokok yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan. Apabila umur semakin bertambah akan memberi minat bagi para perokok untuk mengkonsumsi rokok untuk menghilang rasa stres dan mengurangi rasa ngantuk akibat pekerjaan, hal ini lebih dominan didapatkan pada kaum laki-laki yang memiliki pengetahuan rendah terhadap bahaya merokok (Aditama, 2009) dalam (Pendrita Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).
Asap rokok juga diketahui dapat menurunkan respons terhadap antigen sehingga kalau ada benda asing masuk ke paru tidak lekas dikenali dan dilawan. Secara biokimia asap rokok juga meningkatkan sintesa elastase dan menurunkan produksi antiprotease sehingga merugikan tubuh kita. Pemeriksaan canggih seperti gas chromatography dan mikroskop elektron lebih menjelaskan hal ini dengan menunjukkan adanya berbagai kerusakan tubuh di tingkat biomolekuler akibat rokok (WHO, 2003) dalam (Pendrita Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).

B.   Tuberculosis (TBC)
Dengan penyakit infeksi virus ini tentu saja kitasudah tidak asing lagi, karena merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbesar. Badan kesehatan dunia (WHO) tahun 2006 menyebutkan Indonesia menempati urutan ketiga setelah Cina dan India sebagai penyumbang kasus TB dengan jumlah kasus baru sekitar 539.000 dan kematian sekitar 101.000 pertahun (Depkes RI, 2007 dalam Media, 2011) dalam (Fakhmi Murfikin, dkk. 2014). Tahun 2009 WHO melaporkan Indonesia menempati urutan ke 5 dengan jumlah penderita sebanyak 429 ribu orang (PPTI, 2013) dalam (Fakhmi Murfikin, dkk. 2014).

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis.Sebagian besar kuman TB menyerang paru tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya (Depkes, 2011). TBC atau Tuberculosis adalah penyakit yang menular yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri Mycobacterium tuberculosis, umumnya menyerang paru-paru namun tidak menutup kemungkinan menyerang organ yang lainnya seperti tulang, ginjal, limpa dan otak (Widiyanto, 2009) dalam (Fakhmi Murfikin, dkk. 2014).
Kuman TBC ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan. Oleh karena itu disebut juga sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini dapat tertidur lama selama beberapa tahun (Aditama, 2009) dalam (Pendrita Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).
Penularan terjadi ketika pasien TB batuk atau bersin, kuman tersebar ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Infeksi terjadi apabila orang lain menghirup udara yang mengandung percikan dahak infeksius tersebut (Kemenkes RI, 2014) dalam (Luluk Listiarini Riza dan Dyah Mahendrasari Sukendra, 2017). Sebagian besar kasus tuberculosis pada orang dewasa di diagnosis melalui deteksi basil tahan asam pada pemeriksaan mikroskopis spesimen dahak ( Anderson Suzanne T, Kaforou Myrsini, dkk.2014).
Salah satu masalah terjadinya tuberculosis yang menjadi masalah utama yaitu bakteri tuberculosis resistan setidaknya terhadap isoniazid dan rifampisin sebagai multidrug-resistans ( Mercedes C Becerra Sasha C Appleton, dkk.2014).
C.    Hubungan antara konsumsi rokok dengan penyakit tbc
Akibat penurunan system kekebalan tubuh, virus tbc sangat cepat menginfeksi pada tubuh seseorang. Merokok merupakan hal yang mengganggu efektivitas mekanisme pertahanan respirasi. Produk-produk asap rokok diketahui merangsang pembentukan mucus dan menurunkan pergerakan silia. Dengan demikian terjadi penimbunan mucus dan peningkatan resiko pertumbuhan bakteri. Batuk-batuk yang terjadi pada perokok (smoker’s cough) adalah usaha untuk mengeluarkan mucus kental ini, yang sulit didorong ke saluran nafas. Merokok juga suatu masalah kesehatan pada masyarakat merupakan ancaman besar bagi kesehatan di dunia. Konsumsi tembakau terus menerus dapat menjadi penyebab utama kematian di dunia yang sebenarnya dapat dicegah. Tahun 2005 diperkirakan terdapat 1,1 milyar penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih merupakan perokok, dan kematian akibat penggunaan tembakau terdapat 4,9 juta orang per tahun. Jika pola merokok ini tetap berlanjut, jumlah kematian akan meningkat menjadi sepuluh juta orang per tahun pada Tahun 2020 (Sitepoe, 2000) dalam (Luluk Listiarini Riza dan Dyah Mahendrasari Sukendra, 2017).

Kebiasaan merokok akan merusak mekanisme pertahanan paru yang di sebut muccociliary clearance. Bulu – bulu getar dan bahan lain di paru tidak mudah membuang infeksi yang sudah masuk karena buluh getar dan  alat lain di paru rusak akibat kebiasaan merokok. Selain itu, kebiasaan asap rokok meningkatkan tahanan jalan napas dan menyebabkan mudah bocornya pembuluh darah di paru, juga akan merusak makrofag yang merupakan sel yang dapat memfagositosis bacteri pathogen (Sitepoe, 2000) dalam (Luluk Listiarini Riza dan Dyah Mahendrasari Sukendra, 2017).
Asap rokok juga diketahui dapat menurunkan respons terhadap antigen sehingga kalau ada benda asing masuk ke paru tidak lekas dikenali dan dilawan. Secara biokimia asap rokok juga meningkatkan sintesa elastase dan menurunkan produksi antiprotease sehingga merugikan tubuh kita. Pemeriksaan canggih seperti gas chromatography dan mikroskop elektron lebih menjelaskan hal ini dengan menunjukkan adanya berbagai kerusakan tubuh di tingkat biomolekuler akibat rokok (WHO, 2003) dalam (Luluk Listiarini Riza dan Dyah Mahendrasari Sukendra, 2017).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Setiarni, Sutumo dan Hariyono (2009) juga didapat ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian tuberkulosis paru pada orang dewasa dengan nilai (p=0,011). Hasil statistik juga didapat nilai RR=2,407 yang berarti orang yang mempunyai kebiasaan merokok meningkatkan resiko terkena TB sebanyak 2,407 kali dibandingkan orang yang tidak merokok. Menghisap rokok dalam jumlah yang banyak dapat memperparah penyakit TB, serta meningkatkan resiko kekambuhan dan kegagalan dalam pengobatan TB (Nawi, 2006 dalam Purnamasari 2010) dalam (Pendrita Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).

Kesimpulan
Jadi penyakit TBC itu adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Factor penyebabnya selain bakteri tersebut yaitu karena penurunan system kekebalan tubuh, lingkungan yang lembab, kurangnya sinar matahari, dan kurangnya sirkulasi udara. Kebiasaan mengkonsumsi rokok dapat meningkatkan terinfeksi oleh virus ini, karena salah satu penyebabnya meningkatkan penurunan imun tubuh seseorang.

“Hindari rokok, berantas penularan tuberculosis”
Semoga bermanfaat.


DAFTAR PUSTAKA
Lalombo. Yulied. A., dkk. (2015). Hubungan Kebiasaan Merokok  Dengan Kejadian Tuberkulosis  Paru. Keperawatan. Vol 3; No.2. PP.

Riza. Listiarini. L., Sukendra M. D. (2017). Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian Gagal Konversi Pasien Tuberkulosis Paru. Public Health Perspective Journal. Vol. 2; No. 1. PP. 89 – 96

Hita. Kabonju. M. P., dkk. (2017). Hubungan Antara Konsumsi Rokok Dengan Kejadian Penyakit Tuberculosis  (Tbc) .Nursing News. Vol 2; No.3. PP. 240-250

Murfikin. Fakhmi. (2014). Hubungan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tb Paru. Jurnal ilmiah keperawatan. Vol.1; No.1. PP. 1-8.

Katiandagho. Dismo. (2018).Hubungan Merokok Dengan Kejadian TB Paru. PP. 582-593

E. Hellen. Jenkin., w. Arielle. Tolmanog.,dkk. (2014). Incident Of Multidrug-resisten Tuberculosis Digeast in Children. Vol.383; PP. 1572-9


T. Suzanne. Anderson., Myrsini. Kaforou., dkk (2014). Diagnosa Of Shildhood Tuberculosis and Host RNA Expressions in Africa. Vol.370; No. 18. PP. 1712-1723


HUBUNGAN KONSUMSI MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU

Posted by : Yurisma Khoerul 22 Comments

- Copyright © HUBUNGAN KONSUMSI MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -