Posted by : Yurisma Khoerul Minggu, 27 Oktober 2019

Assalamualaikum...
Terimakasih yang sudah membuka blog ini, semoga bermanfaat, wah pasti udah penasaran ya, di blog kali ini aku bahas apa. Oke, kali ini aku mau kasih kalian tips jalan sukses, terarah, dengan merubah kebiasaan terkecil secara bertahap, nah ini bukan katanya, tapi sudah terbukti kebiasaan ini mampu merubah manusia, waaah change of world dong ya hehe. Udah gk perlu panjang lebar, langsung aja kita bedah buku yg di tulis oleh Stephen R Coveu yaitu The  7 Habits Of Highty Effective People atau Tujuh Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif pertama kali diterbitkan pada tahun 1989.







Kebiasaan adalah aktivitas yang dikerjakan tanpa perlu berpikir dulu dan 7 kebiasaan yang paling efektif menurut Covey yaitu :

1) Be proactive,jadilah proaktif yang menjadi kendali seseorang terhadap lingkungan dibanding situasi sekelilingmu yang mengendalikanmu. Hal ini sangat berhubungan dengan kepribadianmu.

Proaktif itu adalah suatu sikap untuk bertanggung jawab atas kehidupan sendiri. Hidup yang kita jalani berasal dari berbagai macam bentuk keputusan yang kita buat dan kita sebagai manusia juga punya tanggung jawab dan berbagai inisiatif untuk membuat segalanya terjadi. (Stephen R.Covey:1997)

Sebagai contohnya seorang perawat, kita harus bertanggung jawab atas tugas yang telah diamanatkan. Bukan hanya tugas kerja, tapi sejauh mana kita bertanggung jawab dan memberi manfaat untuk orang di sekeliling kita.
2) Begin with the end in mind
mulai dengan akhir dipikiran atau disebut kepemimpinan pribadi. Dengan ini kamu dapat konsentrasi dan mempertimbangkan segala konsekwensinya sebelum bertindak, sehingga dapat produktif dan berhasil.  Seperti jika kita akan melakukan tindakan kepada seseorang, kita harus memikirkan dulu apakah tindakan yang akan kita lakukan itu benar atau salah, apakah tindakan yang akan kita lakukan nanti itu ada konsekwensinya atau tidak, dan apakah tindakan yang kan kita lakukan itu berhasil apa tidak, supaya kita juga nantinya tidak salah melakukan tindakan jika sudah berfikir terlebih dahulu. Seperti kata pepatah berfikir sebelum bertindak.

Contohnya sebagai seorang perawat yaitu ketika akan melakukan implementasi kita perlu merumuskan intervensi.
 3) Put first things first, dahulukan Yang Utama atau manajemen pribadi untuk mengimplementasikan.

Seperti memilih kegiatan yang lebih penting dibanding kegiatan kecil yang hanya akan menghabiskan waktu saja.

 Contoh sebagai seorang perawat yaitu, kita harus mengutamakan keselamatan dan nyawa pasien di samping kepentingan pribadi.

Intinya gunakanlah waktu sebaik mungkin dan pakailah waktu untuk kegiatan yang bermanfaat karena dapat berdayaguna untuk pengembangan diri.


 4) Think win-win, berpikir menang-menang atau kepemimpinan antar pribadi. Karena sasaran bergantung kepada hubungan dan kerjasama dengan lainnya, maka semua perlu bagian yang adil dan menguntungkan.

Seperti dalam kehidupan sehari hari kita pasti tidak pernah lepas dari yang namanya persaingan, disitu pula kita harus selalu berfikir kita harus menang – menang untuk bisa mengalahkan pribadi-pribadi yang lainnya, tapi harus dengan cara yang supportif. Dengan cara berfikir menang-menang jadi kita termotivasi untuk menjadi seorang pemenang dalam setiap persaingan, dan tidak merasa pesimis.
contoh sebagai seorang perawat yaitu, yakin akan kemampuan pribadi, dan bertujuan tindakan yang dilakukan akan membuahkan hasil terbaik.

Karena kebiasaan ini adalah salah satu dasar dari segala hubungan dan kunci dari kesuksesan.


 5) Seek first to understand and then to be understood, Berusaha mengerti dulu, baru minta dimengerti. Komunikasi adalah bagian penting, dan seperti analogi “diagnosis dulu sebelum memberikan resep”.

Seperti  jika kita ingin dimengerti orang lain kita harus berusaha mengerti dulu orang lain barulah kita akan dimengerti oleh orang lain, jangan kita ingin minta dimengerti tapi kita sendiri tidak pernah mengerti orang lain. Seperti analogi diatas sebelum kita membuat resep untuk pasien kita harus bisa menentukan diagnosa penyakit pasien barulah disitu kita bisa memberikan resep untuk pasien.

Contoh sebagai seorang perawat adalah ketika pasien merasa sendiri karena tertekan dengan masalahnya, kita harus mengerti apa yang dibutuhkan pasien, dengan itu pasien pun akan mudah mengerti apa tujuan kita kepada dia.
Seperti kata orang “ Jangan menunggu orang mengerti kita dulu, sebaiknya kita yang memulai mengerti orang itu”.


6) Synergize, wujudkan sinergi/ kerjasama yang kreatif. Kekuatan kerjasama lebih besar dari upaya per bagiannya, jadi galilah potensi dan kebaikan konstribusi orang lain.

Contohnya sebagai seorang perawat yaitu perlu adanya kolaborasi dengan dokter dan tim kesehatan lain, agar di dapat rencana yang matang dan ending yg tepat.

Kita pun bisa menggali potensi dari setiap individu dalam bidangnya msing-masing. Dan jika kita bekerjasama tujuan yang akan dicapai akan lebih mudah didapatkan dibanding jika kita tidak bekerjasama, dan dengan kerjasama dari paradigma yang berbeda akan mewujudkan hasil lebih besar dan efektif juga akan mencapai tujuan yang sama dari hasil kesepakatan.


 7) Sharpen the saw, asahlah “Gergaji” keseimbangan pembaharuan diri, sehingga kebiasaan baik lainnya bisa tumbuh dan berkembang. Contohnya kita harus bisa memperbaharui diri seperti dalam bentuk spritual, mental, sosial dll.

Salah satu contoh yang pernah saya lakukan dalam bentuk spiritual sebelumnya saya jarang sekali pergi mengaji, dan sekarang saya sudah suka pergi mengaji setiap hari. Ini merupakan satu contoh dalam kehiduapn saya untuk memperaharui diri.

Atau dalam bentuk mental, sebelumnya saya tidak suka berbicara didepan umum karena jika berbicara didepan umum rasanya seperti panas dingin karena merasa malu, dan saya dijarkan oleh guru saya jika sedang berada di depan untuk berbicara anggaplah penonton itu hanya sebuah pajangan, mungkin dengan cara itu sedikit mengurangi rasa malu saya ketika berada didepan,  dan sekarang saya sudah mencoba untuk membisakan berbicara didepan umum, sedikit demi sedikit mencoba  karena akan menjadi kebiasaan untuk saya dan  saya tidak akan merasa panas dingin dan malu lagi karena sudah terbiasa. Ini juga merupakan salah satu kemajuan yang ada pada diri saya dalam memperbaharui diri.


Nah, itu di atas adalah salah satu dan point terbesar dalam mengubah dan merencanakan untuk memiliki kebiasaan effektif. Oke, aku bacain kesimpulan nya ya.
Kebiasaan menjadi protektif, mulai denga akhir di fikiran, dan dahulukan yang utama adalah sesuatu yang berhubungan dengan diri pribadi atau ke dalam. Kebiasaan ini wujud kemenangan pribadi yang diperlukan untuk berkembangnya karakter pribadi.

Kebiasaan berfikir menang, kebiasaan mengerti dulu baru dimengerti, dan wujudkan sinergi atau kerjasama adalah wujud kemenangan publik; kebiasaan ini juga berupa kerjasama dan komunikasi yang baik. Dan Kebiasaan Asahlah “Gergaji” adalah pembaharuan diri dalam bentuk: spiritual, mental, fisik dan sosial/emosional, yang semuanya memerlukan perawatan dan pertumbuhan.

Nah cukup disini artikel yg aku tulis, jika ada yang di tanyakan boleh tulis di kolom komentar. Jazakallahu Khairan katsiran
Assalamualaikum.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © HUBUNGAN KONSUMSI MEROKOK DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -