Posted by : Yurisma Khoerul
Minggu, 19 Mei 2019
NAMA : YURIS KHOERUL
KELAS: 1A
PRODI: S1 KEPERAWATAN
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN KEJADIAN
TUBERKULOSIS
PARU
Seperti yang kita lihat
sekarang ini, rokok sudah bukan menjadi benda asing lagi di khalayak ramai tapi
oleh sebagian orang sudah menjadikan benda ini sebagai kebutuhan pokoknya. Wah…
padahal kita mengetahui bahaya dari rokok itu sendiri. Dengan label yang
terpampang sangat jelas di kemasannya pun sudah tidak dihiraukan karena salah
satu bahan dari rokok tersebut yang membuat pemakainya memiliki sifat candu.
Sebelum kita bahas lebih lanjut
mengenai apa sih kerugian dan penyakit yang disebabkan karena konsumsi rokok salah
satunya Tuberculosis, mari kita bahas pengertian rokok itu sendiri.
A. Kebiasaan
Merokok
Merokok
merupakan salah satu perilaku atau gaya hidup yang berpengaruh pada kesehatan
manusia. Merokok dapat menyebabkan suatu ketergantungan, kemudian dapat juga
menyebabkan kelainan fungsi paru obstruktif, pnemonia, influenza dan penyakit
infeksi pernapasan akut (Eisner, 2008) dalam (Dismo
Katiandagh, dkk. 2018).
Kebiasaan
merokok akan merusak mekanisme pertahanan paru yang di sebut muccociliary
clearance. Bulu – bulu getar dan bahan lain di paru tidak mudah membuang
infeksi yang sudah masuk karena buluh getar dan
alat lain di paru rusak akibat kebiasaan merokok. Selain itu, kebiasaan
asap rokok meningkatkan tahanan jalan napas dan menyebabkan mudah bocornya
pembuluh darah di paru, juga akan merusak makrofag yang merupakan sel yang
dapat memfagositosis bacteri pathogen (Sitepoe, 2000) dalam (Pendrita Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).
Faktor
yang mempengaruhi perilaku merokok yaitu umur, jenis kelamin, pendidikan dan
pekerjaan. Apabila umur semakin bertambah akan memberi minat bagi para perokok
untuk mengkonsumsi rokok untuk menghilang rasa stres dan mengurangi rasa
ngantuk akibat pekerjaan, hal ini lebih dominan didapatkan pada kaum laki-laki
yang memiliki pengetahuan rendah terhadap bahaya merokok (Aditama, 2009) dalam
(Pendrita Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).
Asap
rokok juga diketahui dapat menurunkan respons terhadap antigen sehingga kalau
ada benda asing masuk ke paru tidak lekas dikenali dan dilawan. Secara biokimia
asap rokok juga meningkatkan sintesa elastase dan menurunkan produksi
antiprotease sehingga merugikan tubuh kita. Pemeriksaan canggih seperti gas
chromatography dan mikroskop elektron lebih menjelaskan hal ini dengan
menunjukkan adanya berbagai kerusakan tubuh di tingkat biomolekuler akibat
rokok (WHO, 2003) dalam (Pendrita Melkianus Kabonju
Hita, dkk. 2017).
B. Tuberculosis (TBC)
Dengan
penyakit infeksi virus ini tentu saja kitasudah tidak asing lagi, karena
merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbesar. Badan kesehatan dunia
(WHO) tahun 2006 menyebutkan Indonesia menempati urutan ketiga setelah Cina dan
India sebagai penyumbang kasus TB dengan jumlah kasus baru sekitar 539.000 dan
kematian sekitar 101.000 pertahun (Depkes RI, 2007 dalam Media, 2011) dalam (Fakhmi
Murfikin, dkk. 2014). Tahun 2009 WHO melaporkan Indonesia menempati urutan ke 5
dengan jumlah penderita sebanyak 429 ribu orang (PPTI, 2013) dalam (Fakhmi
Murfikin, dkk. 2014).
Tuberkulosis (TB) adalah
penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberculosis.Sebagian besar kuman TB menyerang paru tetapi dapat juga menyerang
organ tubuh lainnya (Depkes, 2011). TBC atau Tuberculosis adalah
penyakit yang menular yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri Mycobacterium
tuberculosis, umumnya menyerang paru-paru namun tidak menutup kemungkinan
menyerang organ yang lainnya seperti tulang, ginjal, limpa dan otak (Widiyanto,
2009) dalam (Fakhmi Murfikin, dkk. 2014).
Kuman
TBC ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada
pewarnaan. Oleh karena itu disebut juga sebagai Basil Tahan Asam (BTA). Kuman
TBC cepat mati dengan sinar matahari langsung, tetapi dapat bertahan hidup
beberapa jam di tempat yang gelap dan lembab. Dalam jaringan tubuh kuman ini
dapat tertidur lama selama beberapa tahun (Aditama, 2009) dalam (Pendrita
Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).
Penularan
terjadi ketika pasien TB batuk atau bersin, kuman tersebar ke udara dalam
bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Infeksi terjadi apabila orang lain
menghirup udara yang mengandung percikan dahak infeksius tersebut (Kemenkes RI,
2014) dalam (Luluk Listiarini Riza dan Dyah
Mahendrasari Sukendra, 2017). Sebagian
besar kasus tuberculosis pada orang dewasa di diagnosis melalui deteksi basil
tahan asam pada pemeriksaan mikroskopis spesimen dahak ( Anderson Suzanne T,
Kaforou Myrsini, dkk.2014).
Salah
satu masalah terjadinya tuberculosis yang menjadi masalah utama yaitu bakteri
tuberculosis resistan setidaknya terhadap isoniazid dan rifampisin sebagai
multidrug-resistans ( Mercedes C Becerra Sasha C Appleton, dkk.2014).
C. Hubungan antara konsumsi
rokok dengan penyakit tbc
Akibat penurunan system kekebalan tubuh, virus tbc
sangat cepat menginfeksi pada tubuh seseorang. Merokok merupakan hal yang
mengganggu efektivitas mekanisme pertahanan respirasi. Produk-produk asap rokok
diketahui merangsang pembentukan mucus dan menurunkan pergerakan silia. Dengan
demikian terjadi penimbunan mucus dan peningkatan resiko pertumbuhan bakteri.
Batuk-batuk yang terjadi pada perokok (smoker’s cough) adalah usaha untuk
mengeluarkan mucus kental ini, yang sulit didorong ke saluran nafas. Merokok
juga suatu masalah kesehatan pada masyarakat merupakan ancaman besar bagi
kesehatan di dunia. Konsumsi tembakau terus menerus dapat menjadi penyebab
utama kematian di dunia yang sebenarnya dapat dicegah. Tahun 2005 diperkirakan
terdapat 1,1 milyar penduduk yang berusia 15 tahun atau lebih merupakan
perokok, dan kematian akibat penggunaan tembakau terdapat 4,9 juta orang per
tahun. Jika pola merokok ini tetap berlanjut, jumlah kematian akan meningkat
menjadi sepuluh juta orang per tahun pada Tahun 2020 (Sitepoe, 2000) dalam
(Luluk Listiarini Riza dan Dyah Mahendrasari Sukendra, 2017).
Kebiasaan merokok akan merusak mekanisme pertahanan paru
yang di sebut muccociliary clearance. Bulu – bulu getar dan bahan lain di paru
tidak mudah membuang infeksi yang sudah masuk karena buluh getar dan alat lain di paru rusak akibat kebiasaan
merokok. Selain itu, kebiasaan asap rokok meningkatkan tahanan jalan napas dan
menyebabkan mudah bocornya pembuluh darah di paru, juga akan merusak makrofag
yang merupakan sel yang dapat memfagositosis bacteri pathogen (Sitepoe, 2000)
dalam (Luluk Listiarini Riza dan Dyah Mahendrasari Sukendra, 2017).
Asap rokok juga diketahui dapat menurunkan respons terhadap
antigen sehingga kalau ada benda asing masuk ke paru tidak lekas dikenali dan
dilawan. Secara biokimia asap rokok juga meningkatkan sintesa elastase dan
menurunkan produksi antiprotease sehingga merugikan tubuh kita. Pemeriksaan
canggih seperti gas chromatography dan mikroskop elektron lebih menjelaskan hal
ini dengan menunjukkan adanya berbagai kerusakan tubuh di tingkat biomolekuler
akibat rokok (WHO, 2003) dalam (Luluk Listiarini Riza dan Dyah Mahendrasari
Sukendra, 2017).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Setiarni, Sutumo
dan Hariyono (2009) juga didapat ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan
merokok dengan kejadian tuberkulosis paru pada orang dewasa dengan nilai
(p=0,011). Hasil statistik juga didapat nilai RR=2,407 yang berarti orang yang
mempunyai kebiasaan merokok meningkatkan resiko terkena TB sebanyak 2,407 kali
dibandingkan orang yang tidak merokok. Menghisap rokok dalam jumlah yang banyak
dapat memperparah penyakit TB, serta meningkatkan resiko kekambuhan dan
kegagalan dalam pengobatan TB (Nawi, 2006 dalam Purnamasari 2010) dalam (Pendrita
Melkianus Kabonju Hita, dkk. 2017).
Kesimpulan
Jadi penyakit TBC itu adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh mycobacterium
tuberculosis. Factor penyebabnya selain bakteri tersebut yaitu karena
penurunan system kekebalan tubuh, lingkungan yang lembab, kurangnya sinar
matahari, dan kurangnya sirkulasi udara. Kebiasaan mengkonsumsi rokok dapat
meningkatkan terinfeksi oleh virus ini, karena salah satu penyebabnya
meningkatkan penurunan imun tubuh seseorang.
“Hindari rokok,
berantas penularan tuberculosis”
Semoga
bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Lalombo. Yulied. A., dkk. (2015). Hubungan
Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian
Tuberkulosis Paru. Keperawatan. Vol 3; No.2. PP.
Riza. Listiarini. L., Sukendra M.
D. (2017). Hubungan Perilaku Merokok dengan Kejadian Gagal Konversi Pasien
Tuberkulosis Paru. Public Health
Perspective Journal. Vol. 2; No. 1. PP. 89 – 96
Hita. Kabonju. M. P., dkk. (2017).
Hubungan Antara Konsumsi Rokok Dengan Kejadian Penyakit Tuberculosis (Tbc) .Nursing
News. Vol 2; No.3. PP. 240-250
Murfikin. Fakhmi. (2014). Hubungan
Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tb Paru. Jurnal
ilmiah keperawatan. Vol.1; No.1. PP. 1-8.
Katiandagho. Dismo. (2018).Hubungan Merokok
Dengan Kejadian TB Paru. PP. 582-593
E. Hellen. Jenkin., w. Arielle. Tolmanog.,dkk. (2014). Incident Of Multidrug-resisten Tuberculosis Digeast in Children. Vol.383; PP. 1572-9
E. Hellen. Jenkin., w. Arielle. Tolmanog.,dkk. (2014). Incident Of Multidrug-resisten Tuberculosis Digeast in Children. Vol.383; PP. 1572-9
T. Suzanne. Anderson., Myrsini. Kaforou., dkk
(2014). Diagnosa Of Shildhood Tuberculosis and Host RNA Expressions in Africa.
Vol.370; No. 18. PP. 1712-1723



Jazakallahu sangat bermanfaat buat para pecandu rokok aktif
BalasHapusSangat bermanfaatπ
BalasHapusSangat bermanfaat kak π
BalasHapusTerimakasih ilmu nya kak
BalasHapus“Hindari rokok, berantas penularan tuberculosis” semoga dgn ini lebih banyak orang yg peduli soal kesehatan
BalasHapusWahh alhamdulillah semoga yang merokok cepat berhenti merokok ya aamiin ππ
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya mengenai TBC,saya baru mengetahui bahwa sinar matahari dapat membunuh kuman TBC
BalasHapusSangat bermanfaatππ»
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat artikelnya
BalasHapusπ
BalasHapusAlhamdulillah sangat bermanfaat
BalasHapusSemoga bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah
BalasHapusAlhamdulillah bermanfaat bagi para pembacaππ»π
BalasHapusArtikel nya bermanfaat π
BalasHapusArtikelnya baguss π
BalasHapusππ»ππ»
BalasHapussangat bermanfaat π
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih atas ilmu yang bermanfaatnya ππ
BalasHapusperokok itu kaya hubungan cinta putus nyambung semakin diisap semakin mantap walau jurang sudah semakin dekat
BalasHapus